Rutinitas featuring Komunitas :-)

Tulisan ini dibuat hampir di penghujung tahun 2014. Walaupun udah mengendap lama, semoga masih menarik untuk dibaca.

Libur? Ah, siapa sih yang nggak suka? Hampir semua orang menanti-nanti kedatangannya. Begitu juga saya. Satu atau dua bulan sebelum libur panjang tiba, terutama libur akhir semester, saya berusaha merencanakan sesuatu untuk dilakukan. Entah itu refreshing yang sekedar ke luar kota mencari suasana baru, vacation ke tempat wisata di tanah Jawa, atau hanya menghabiskan waktu di rumah dengan sejuta agenda seru yang nggak bisa dilakukan di masa aktivitas sehari-hari.

Beberapa tahun terakhir, saya selalu sukses menghabiskan waktu liburan yang datang dengan berbagai hal terencana maupun yang di luar rencana, sukses versi saya tentunya. Tapi tidak untuk libur panjang akhir semester yang lalu. Pasalnya, saya punya beberapa agenda keren untuk dilakukan di waktu libur, tapi nggak satu pun terlaksana. Penyebabnya? Satu hal kecil yang tidak pernah saya pikirkan dengan detail sebelumnya, tapi sekarang hal itu jadi satu hal penting yang saya mesti punya.

Yap, saya menulis tentang sebuah kata yang dalam bahasa Indonesia dieja dengan
k-o-m-u-n-i-t-a-s. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunitas berarti kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban; — sastra kelompok atau kumpulan orang yang meminati dan berkecimpung dalam bidang sastra; masyarakat sastra. Dalam tulisan ini, yuk kita persempit pengertiannya, yaitu kelompok yang memiliki unsur kesamaan, misalnya kesamaan hobi (sehingga bisa kita temui sebuah komunitas pencinta alam, komunitas sepeda ontel, komunitas pizza spinning, dan lain-lain), kesamaan pekerjaan atau tempat bekerja (maka ada kita sebut dengan rekan kerja), kesamaan beberapa macam hal (misalnya sekelompok remaja yang tergabung dalam sebuah ‘geng’ karena mereka memiliki kesamaan dalam gaya berpakaian, cara bergaul, atau karena faktor kedekatan tertentu), atau pun kesamaan tujuan (tahu dong ada komunitas ODOJ alias One Day One Juz atau ODOL alias One Day One Line?), dan saya punya contoh terakhir, yaitu komunitas yang memiliki kesamaan lingkungan tempat tinggal, a.k.a. tetangga.

Balik lagi ke hal pokok sebelumnya, sebenarnya, salah satu agenda elite yang saya rencanakan di liburan akhir semester lalu adalah snorkeling. Salah satu hal yang dari dulu pengeeeen banget dicoba, tapi belum juga kesampaian. Waktu itu, hal ini saya usulkan ke rekan-rekan kerja yang juga lagi merencanakan liburan. Awalnya, hal ini memang diragukan bisa terencana mengingat biaya yang dikeluarkan agak berlebih dan membutuhkan kuota minimal supaya bisa berjalan. Singkat cerita, agenda ini batal untuk keseluruhan karena sudah dipastikan tidak semua orang bisa ikut. Lalu diagendakanlah hal ini untuk suatu kelompok kecil yang bisa memenuhi kuota minimal tadi, supaya bisa tetap berjalan. Waah, saya menaruh harapan besar supaya acara ini bisa terlaksana. Cerita makin disingkat. Akhirnya, batallah agenda keren saya di liburan semester lalu karena satu dan lain hal.

Yap, komunitas memang sangat penting mengingat kita adalah makhluk sosial. Saya tidak ingin mengatakan bahwa memiliki satu komunitas saja sudah cukup, tapi ini beneran, kita perlu untuk punya lebih dari satu komunitas, lebih dari satu. Bayangkan, satu komunitas akan membuat hidupmu lebih berwarna, apalagi lebih dari satu. Kalau nggak terlalu ribet dengan agenda dan urusan masing-masing, sih (Peace!). Hal pentingnya adalah kita bisa jadi punya arah untuk apa waktu kita digunakan, dengan siapa akan kita gunakan, atau paling tidak, kita akan punya ‘tempat pelarian’ saat komunitas yang satu tidak bisa jadi andalan. Setuju? Harus!😀

So, siapa yang baru punya satu atau dua buah komunitas, yuk segera cari komunitas-komunitas lain yang bisa kamu singgahi saat kamu mencari tempat berteduh di tengah derasnya hujan kesibukan dan kejenuhan bekerja, atau yang bisa kamu datangi saat kamu kelaparan di sebuah komunitas yang sedang mengalami musim paceklik. Paling tidak, kita bisa membuat waktu kita bermanfaat dan membuat diri kita bermanfaat di banyak tempat. Jadi, jangan lupa niatnya juga dibenerin!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s