Resep Bolu Kukus Simple dan ‘Ngakak’

Beberapa hari yang lalu saya pernah mantengin sebuah foto makanan yang di-upload salah satu sosial media, makanannya bukan makanan yang asing di telinga, yaitu bolu kukus. Bolu kukusnya cantiiiik banget, mekar lebar. Setelah mencermati resep dan cara membuatnya yang menurut saya simple banget, jadilah saya dibuat penasaran untuk mencobanya sendiri. Bukan untuk mencoba rasanya lho, ya, karena kalau soal rasa sepertinya hampir semua orang sudah pernah makan bolu kukus dan tahu rasanya. Yap, maksudnya adalah mencoba untuk membuat bolu kukus sendiri.

Sebetulnya, yang bikin saya penasaran untuk membuat cemilan yang satu ini adalah ketika berkelana dengan si mesin pencari, Google, banyak sekali tulisan-tulisan yang menyebutkan bahwa nggak semua bolu kukus bisa mekrok alias mekar ketika sudah matang. Alamak, moso’ iya sih sesulit itu. Jadi, sebelum saya melakukan olah TKP langsung nantinya, nggak salah dong saya bongkar lemari arsip Google untuk cari tahu tips dan triknya.

Kalo orang-orang bilang jatuh cinta itu berjuta rasanya, buat saya hari ini yang berjuta rasanya adalah momen ketika tutup kukusan dibuka dan bolu di dalamnya ‘ngakak’ semua, alias mekrok, merekah cantik walaupun nggak pake maju mundur ala Syahrini. Ada yang mekar tiga, empat, bahkan lima. Ternyata, bagian paling mendebarkan saat saya pertama kali membuat bolu kukus adalah menunggu waktu untuk membuka tutup kukusan, setelah sebelumnya deg-degan waktu mix telur di awal. Dan karena saya mengikuti setiap takaran resep, langkah, serta tips-tips yang ada, Alhamdulillah yaaah, jadinya sesuai harapan. Hihii.

Aaaah, jadi ketagihan untuk bikin lagi kapan-kapan.😀

Bahan:

500 gram terigu Segitiga Biru

setengah sachet susu bubuk Dancow putih

1 bungkus vanili

500 gr gula pasir

3 butir telur

325 cc air matang dingin, bukan air es

1 sdt SP

pewarna makanan (baiknya pilih yang alami)

Cara Membuat:

  • Kocok gula, telur, SP, dan air dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang dan kaku (Saya mengocok selama minimal 10 menit)
  • Masukkan terigu, susu bubuk, dan vanili, mixer lagi dengan kecepatan rendah, cukup sampai adonan rata. Lalu matikan. (Sebaiknya, terigu dimasukkan secara bertahap agar tidak mudah menggumpal saat di-mixer. Saya mengocok selama kurang lebih 2 menit)
  • Pisah adonan menjadi dua. Beri pewarna makanan pada salah satu adonan.
  • Siapkan kukusan, isi air di dalamnya jangan terlalu banyak atau pun terlalu sedikit karena kalau air terlalu banyak, saat mendidih air akan meluap dan membasahi bagian bawah cetakan, nanti bolunya basah di bawah dan tidak mekar. Pasang alas berlubang di dalam kukusan. Pastikan air mendidih terlebih dahulu sebelum memasukkan adonan bolu ke dalam kukusan.
  • Pasang kertas kue pada cetakan bolu kukus. Tuang adonan putih ke dalam cetakan berlubang yang sudah dilapisi kertas kue sampai setengahnya atau lebih. Tambahkan adonan berwarna di atasnya sampai penuh (Ada tips untuk membuat bolunya nanti mekar alias ‘ngakak’ beri guratan tanda + di atas adonan yang sudah dituang ke dalam cetakan tadi sebelum dimasukkan ke dalam kukusan. Tadi saya lupa memberi gurat + di adonannya, hehe.)
  • Masukkan ke dalam kukusan yang airnya sudah mendidih, atur jarak cetakan di dalam kukusan, jangan terlalu dekat.
  • Alasi tutup kukusan dengan serbet bersih yang mudah menyerap air, agar uap air di tutup kukusan tidak menetes di atas bolu kukus. Kukus selama 10 menit dengan api besar.
  • Berhubung seluruh adonan tidak bisa dikukus sekaligus dalam satu kali mengukus, maka adonannya pasti ngantre. Tenang aja, adonannya bisa ngantre asalkan tidak diaduk. Ingat yaa, jangan diaduk supaya bisa mekar dengan cantik.😉

Di percobaan pertama ini saya menggunakan adonan setengah bahan karena nggak mau rugi kalau nanti bolunya nggak mekrok. Hehe. Hasil jadinya berupa 20 buah bolu kukus ukuran sedang. Saya menggunakan cetakan bolu kukus berdiameter alas 2cm dan tinggi 3,5cm. 2015-02-16-11-42-24_decoSebenarnya saya memberi pewarna hijau dari daun pandan suji untuk setengah adonannya, tapi air perasaan daun pandan sujinya terlalu banyak. Jadi nggak kelihatan warna hijaunya. Uh.

Costumer pertama saya hari ini adalah Bapak. Komentarnya? “Enak. Manisnya pas. Tapi kurang ada wangi-wanginya gimana, gitu.” Ah iya, saya baru sadar kalau di resep aslinya nggak ada vanili. Berhubung step by step banget, saya sampai lupa untuk menambahkan sekedar vanili. Hihi.

Selamat mencoba!

Resep asli diambil dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s