(Not) A De Javu

Di balik berbagai tanda tanya besar yang silih berganti melintas tentang mengapa dulu begini, mengapa pada waktu itu begitu, terkadang terselip sebuah kebanggaan. Kita boleh saja bangga tentang apa yang pernah kita lakukan di waktu dulu. Waktu ketika kita tidak melihat buah dari sebuah kisah, ketika kita tidak menyadari adanya petuah di sebuah kejadian penuh hikmah. Yang ternyata, saat ini ketika kita menoleh ke belakang sejenak, ada seberkas cahaya memantul dari bulir air yang merayapi buah kisah yang makin ranum. Apa pun itu, sebuah cerita di masa lalu akan memaksa kita menoleh ke belakang saat di masa depan ia muncul kembali, sekedar untuk mengetuk pintu hati yang dulu tak sadar akan sebuah ketukan lembut. Oh, bukan. Bukan berarti ia butuh ketukan lebih keras. Karena tak ada guna mengetuk lebih keras apabila Sang Pemilik belum mengizinkannya terbuka.

Sekarang, nantikan saat Ia membukanya perlahan-lahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s