Believe in Yourself

Hari pertama berada di rumah setelah pulang dari liburan seru yang kami beri nama “3-Province-Tour” (Hehe…), saya dikejutkan oleh sebuah pesan singkat dari bagian akademik yang inti pesannya adalah undangan untuk mengikuti diklat bagi para pengajar yang bermasa kerja kurang dari satu tahun. Dan tahu kapan waktu pelaksanaannya? Lusa, dua hari setelah saya mendapat pesan singkat itu.

Jelas kelabakan, kenapa? Masalahnya, oleh-oleh pakaian kotor dan perlengkapan lain yang menjadi bekal saya liburan di Bandung-Jogja-Solo sebelumnya, bahkan belum keluar dari ‘tempat’-nya. Jadilah, siang itu juga, kesemuanya itu meringkuk jadi satu dalam sebuah baskom besar bersama larutan bubuk pembersih yang akrab kita sapa detergent.

Hap… Hap…

Sekitar jam 12.40 p.m. keesokan harinya, saya sudah siap dengan barang-barang di dalam sebuah ransel berisi padat, dan kemudian meluncur ke kantor. Siap untuk perjalanan dinas selama 4 hari ke depan!

Pendidikan dan latihan (diklat) yang diadakan oleh lembaga tempat saya bekerja ini, bertujuan salah satunya untuk menyamaratakan kualitas mengajar dan diprioritaskan bagi para pengajar yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun.

“Ruang H: Matematika” terpampang jelas di selembar kertas di lobi kantor. Begitu memasuki ruangan setelah bel masuk berbunyi, ada 8 orang peserta di ruangan ini, plus satu orang sebagai pendiklat. Hanya untuk info sih, yang saya kenal baru satu orang -___-. Well, and the atmosphere was not good in the early. Dan sepertinya itu hanya perasaan milik saya, tidak bagi yang lain. Penyebab pertama, mungkin karena sebagian besar (atau bahkan semua) dari mereka berasal dari latar belakang kampus yang sama, jadi sudah tidak asing lagi sebelumnya.

Itu hari pertama, lho. Hari berikutnya, atmosfirnya udah beda, jauh lebih akrab dari sebelumnya. Selama tiga hari penuh kami dibekali strategi penyampaian materi yang sudah menjadi ciri khas lembaga ini, oleh seorang pendiklat senior, sebut saja Pak PD. Selama beberapa hari berada di ruangan sambil memperhatikan si Bapak dari belakang, saya mengambil sebuah hikmah besar, bahwa memiliki jam terbang tinggi memang dapat dimiliki oleh semua orang, tapi hanya mereka yang tekun dan terus berusahalah yang bisa menjadi seseorang yang diperhitungkan. Satu lagi, percaya pada diri kita sendiri bisa membuat kita nampak meyakinkan di mata orang lain. Dan ternyata, untuk bisa tampil percaya diri, keterampilan mengontrol emosi sangat diperlukan di sini.

percaya diriSetiap orang, memiliki sebuah hal besar yang bisa menjadikannya diangkat sebagai pemimpin atau trend setter bagi orang lain, dan bukan berarti mereka tidak punya kekurangan sama sekali. Tapi yang terpenting, kekurangan itu tidak membuat mereka kehilangan kepercayaan dari para bawahan atau pun pengikutnya.

Dan setiap orang adalah pemimpin, pemimpin bagi dirinya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s