Bekas – [FFin1 #1]

Ceritanya, hari Kamis tiga pekan yang lalu, saya asyik mantengin timeline akun Twitter saya. Tiba-tiba, salah satu akun ‘nulis’ lagi rame pasang tweet untuk para followers-nya yang lagi ikutan lomba. Karena penasaran, saya buka salah satu link yang dijadikan tweet olehnya. Info lombanya. Menarik, lho. Saya jelaskan secara singkat ya, begini aturan mainnya.
Nama kuisnya, FF2in1, alias Flash Fiction 2 in 1. Buat yang belum tahu, Flash Fiction (yang sering disingkat dengan FF) itu adalah cerita pendek mini. Pokoknya, cerpen yang singkat banget, biasanya kurang dari 500 kata. 2 in 1 itu maksudnya dua buah cerita (FF itu sendiri) yang dibuat dalam waktu satu jam. Satu jam, lho. Satu lagi, bukan berarti kita bebas dari tema, ada tema yang ditentukan oleh si Admin. Untuk cerita pertama, temanya dari lagu Waktu yang Tepat untuk Berpisah milik sebuah band favorit saya, Sheila on 7. Cerita pertama dibuat dalam waktu 30 menit, kemudian di-post-kan oleh kita sendiri, bisa lewat catatan/note Facebook atau juga blog, untuk selanjutnya link dikirim ke panitia. Hanya tiga puluh menit. Selanjutnya, panitia memberitahukan kembali tema untuk cerita kedua yang diambil berdasarkan lagu Mantan Kekasih, masih dari grup band yang sama, Sheila on 7. Waktunya juga 30 menit dimulai setelah tema diumumkan. Jadi, totalnya adalah satu jam.
Waktu saya melihat tweet tentang lomba ini, waktu menunjukkan pukul 21:18 WIB, sedangkan lomba ini sudah dimulai sejak pukul 21:00 WIB yang lalu. Wuah, saya kalang kabut dong ya. (Lebay). Belum baca infonya, belum mendengarkan lagunya karena jujur saya belum pernah tahu lagu Sheila on 7 yang jadi tema pertama itu (katanya nge-fans?! -_-“), belum menuliskan ceritanya. Hehe. Jadilah saya tanya ‘mbah Gugel’ tentang liriknya daripada harus mendengarkan lagunya langsung via Youtube, seperti yang disarankan dalam info lomba. Waktu tetap berjalan, lho.
Setelah membaca dan memahami liriknya secara kilat, saya mendapatkan inti dari lagu yang dimaksud. Aman? Belum. Karena saya belum mendapatkan jalan cerita untuk cerita pendek yang akan saya buat. Gubrak!
Santai, santai! Akhirnya jadi juga, kok. Saya post di tempat lain. Kira-kira pukul 21.32 WIB saya kirimkan link-nya ke kolom komentar di bawah info lomba, seperti yang disyaratkan panitia. Syukurnya, masih belum terbabat oleh ‘deadline’-nya. Dan, voalaa… Ini ceritanya…

Hujan tadi sore masih membekaskan bercak-bercak air di kemejaku. Saat kau lambaikan tanganmu di balik jendela kereta itu, aku membiarkan tubuhku dihujani butir-butir bening dari langit, satu demi satu. Gerimis.
Enam bulan lalu juga begini. Aku mengantarmu yang akan kembali ke tempat penuh makna, tempat yang sama-sama ‘memaksa’ kita menjadi sarjana. Tapi sekarang berbeda, aku tak lagi mampu menjangkaunya, perasan keringatku tak lagi mampu menebus ilmu yang kudapat dari sana. Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir. Selanjutnya, aku tak lagi bisa menepis harapan mereka yang lebih memilih menyuruhku bekerja di negeri orang asing di sana. Hingga kini, kulepas kepergianmu kembali ke sana, raihlah cita itu, walau tak lagi dengan iringan cinta kita.

Sebetulnya, itu terlalu singkat untuk ukuran flash fiction, tapi yaa..h kenapa tidak untuk waktu yang sudah terlalu mepet begitu. Berhubung gratis dan ada hadiahnya juga kalau menang, bagi saya yang suka nulis kenapa nggak dimanfaatkan. Hehe.
Gimana menurut kamu?🙂
Cerita keduanya, saya post setelah postingan ini, ya.

One thought on “Bekas – [FFin1 #1]

  1. Pingback: Cerita Inspirasi : Iblis dan Petani – Zona Kita | inspirasi.me | inspirasi.me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s