A candle is also in a rush!

Kadang, memang masih tertarik untuk sedikit menelisik.

Tapi, sebelum dicetak atau terbentuk, wujud lilin tentunya cair.

Setelah lelah terbakar, ia akan cair, dan terus cair selagi ia dibakar.

Namun, ia tak akan selamanya cair.

Pada waktunya ia akan kembali membeku.

Mengeras. Lagi.

Kalau yang tulus itu kamu anggap lilin,

hingga seringkali kamu bakar, kamu buat dia meleleh dan melunak,

lalu entah dengan alasan apa saja ia kembali mengeras, semakin keras, lagi,

lalu kamu bakar lagi, dia meleleh, melunak lagi,

lalu dia mengeras lagi,

itu namanya jahat,

itu artinya sekarang dan ke sininya kamu semakin tidak punya rasa kemanusiaan,

kamu semakin tidak peduli,

tidak lagi melihat kanan-kiri, atau tidak lagi melihat hari kemarin.

Padahal, kalau jalan itu gelap, bahkan tak hanya saat gelap, lilin itu masih bersedia membiarkan dirinya dilunakkan untuk sekedar menyapa bayangan jalan itu.

Tentu, setiap orang tak hanya punya satu lilin.

Dan tentu, satu lilin tak digunakan untuk hanya membantu satu orang.

 

Selamat berpetualang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s