FF Cerita Kita – “Negeri Formosa”

Negeri Formosa
Oleh: Fitriana Hastika

Sambil berjongkok di batas tepi air pantai, ditemani Bapak, aku melepas satu-persatu perahu kertas yang sejak tadi pagi kubuat. Namun, kali ini tak seperti biasanya ketika aku ke pantai dan melepaskan perahu yang kubawa dari rumah. Biasanya perahu yang kubuat hanya dari kertas yang disobek dari bagian tengah buku yang sudah tak dipakai lagi, tapi tidak kali ini. Kemarin, Mang Ihsan yang kembali dari kota, membawakanku oleh-oleh yang berbeda dari biasanya. Sebungkus kertas persegi warna-warni. Kertas origami, kata Mang Ihsan sambil tersenyum saat memberikannya. Senang sekali aku membuatnya menjadi perahu-perahu tadi pagi. Sebelas buah warna-warni. Kubiarkan yang satu dibawa ombak ke arah laut, baru kulepaskan satu yang lainnya. Kutunggu sampai ia pun dibawa menjauh, begitu seterusnya, sampai perahu kertas yang kesebelas.

***

Setiap kata yang keluar dari mulutnya tak selalu bisa kuingat langsung. Candanya, petuah sederhananya, yang mana saja. Setiap kuingat janji yang diucapkannya untukku, dari cerita-cerita Bapak, kemudian aku hanya bisa memandangi lepasnya laut di hadapanku. Kemudian, akan ada sesuatu yang menggenang di belakang kelopak mataku yang bawah. Dari dulu sampai sekarang, kata Bapak, “Emak cari duit buat Anna.” Dan aku membalas dengan bertanya, “Tapi kenapa jauh-jauh, Pak? Kenapa tidak di sini saja cari ikan sama kita? Kan Emak jadi susah untuk pulang dan ketemu Anna.” Kadang, dengan berbagai alasan, Bapak menjawab pertanyaan-pertanyaanku itu sambil membuatku mengerti. Atau, Bapak mengalihkan obrolan dengan candaan khasnya untuk membuatku tertawa lalu lupa dengan pertanyaanku.

***

Hari ini umurku sebelas tahun. Kesebelas perahu yang kulepas di pinggir laut itu masing-masing kutulisi dengan sebuah kalimat berbeda untuk Emak. Anna ingin ketemu Emak, salah satunya. Aku tidak yakin laut akan mengantarkannya ke tempat Emak, tapi aku tetap melakukannya kalau aku rindu Emak.
Emak pergi sejak umurku empat tahun. Kata Bapak, Emak pergi cari kerja ke negeri Formosa. Dulu, aku senang mendengarnya. Dalam pikiranku, Emak pergi ke sebuah tempat yang bagus dan ramah, bekerja dan mendapatkan uang di sana. Tapi belakangan, dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang dijelaskan ibu guru di sekolah, aku mendapati negeri Formosa adalah sebutan untuk sebuah negara bernama Taiwan. Para Tenaga Kerja Wanita yang pergi ke Taiwan pada umumnya bekerja di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga, perawat orang sakit, tenaga di restaurant, dan sebagainya, begitu tertulis di buku. Lagi-lagi aku bertanya kenapa Emak tidak kerja di kota dekat pantai ini saja, kali ini Bapak menjawab, “Karena Emak tidak dapat pekerjaan di negara kita, di kota itu. Emak tidak sekolah sampai selesai, jadi tidak semua tempat bisa menerima Emak untuk bekerja. Lagipula, tidak semua macam pekerjaan bisa dilakukan Emak.” Aku mengangguk. “Makanya, Anna harus sekolah terus sampai tinggi, belajar biar pintar. Nanti Anna bisa membuat pekerjaan untuk Emak dan orang-orang, biar Emak tidak perlu cari kerja jauh-jauh,” lanjut Bapak. “Iya, nanti kalau sudah besar Anna mau suruh orang-orang kerja di tempat Anna, nggak usah jauh-jauh ke negeri sana ya, Pak,” Bapak tersenyum mendengarnya dan aku akan mengingat janji itu.

__________________________________________
Inspired from Cover “Cerita Kita”

One thought on “FF Cerita Kita – “Negeri Formosa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s