Kompetensi Guru Matematika

Untuk menjadi guru yang profesional, lebih spesifik lagi yakni guru matematika yang profesional, tentunya ada beberapa hal atau kriteria yang harus dipenuhi, yang kita kenal dengan istilah “kompetensi guru matematika”. Karena itu, menurut Direktorat Tenaga Kependidikan Depdiknas, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya (Kunandar, 2009).
Menurut Kepmendiknas 045/U/2002, kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dinyatakan “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah; kemudian kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif”. (Kunandar, 2009)
Dalam Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD-UURI No.14 Tahun 2005) dan Peraturan Pemerintah (PP No.19/2005) dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial (Suherman, 2008). Berikut ini akan dijelaskan sedikit hal mengenai kompetensi-kompetensi tersebut, menurut Suherman. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang langsung berkaitan dengan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, berhubungan dengan siswa, materi pelajaran, media pembelajaran, dan saran-prasarana. Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap siswa, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, dan pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam menguasai materi bahan belajar secara mendalam dan luas, yang mencakup materi minimal dalam kurikulum yang berlaku, substansi keilmuan yang memayungi materi tersebut, penguasaan struktur dan metodologi keilmuannya. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan individu yang mencerminkan kepribadian mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, teladan, dan berakhlaq mulia. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan siswa, sejawat guru, pimpinan, staf yang lain, dan masyarakat yang lainnya.
Dengan mengetahui kompetensi-kompetensi tersebut, diharapkan para guru dapat bercermin pada dirinya sendiri, sudah sejauh mana mereka mencapai kompetensi tersebut yang seharusnya sudah mereka miliki, dan calon guru pun diharapkan dapat mempersiapkan dirinya sesuai kompetensi tersebut agar benar-benar menjadi guru profesional saat memasuki dunia kerja nanti.

Sumber:
Suherman, Erman. (2008). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Hands-Out Perkuliahan, tidak diterbitkan.
Kunandar. (2009). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s