Calm down!

Hari ini, untuk yang kedua kalinya aku masuk ke ruangan seorang dosen koordinator skripsi di jurusanku. Kapan yang pertama kalinya? Minggu kedua bulan Oktober. Lalu, kamu mau tahu apa yang aku lakukan selama rentang waktu dari yang pertama ke yang kedua itu? Keluar kostan sekitar pukul tujuh atau delapan pagi, bukan untuk kuliah, tapi stand by di depan ruangan dosen itu, menantinya datang ke kampus, masuk ke dalam ruangannya, kemudian berharap beliau bersedia ditemui paling tidak selama sekitar 15 sampai 20 menit untuk dimintai persetujuannya mengenai judul skripsi yang aku ajukan, adalah hal-hal yang aku dan seorang teman dekatku, Gina, lakukan selama rentang waktu tersebut (sampai-sampai kami menyebut kami sendiri sebagai pasangan karena hampir setiap hari melakukan hal-hal ini bersama-sama).
Bosan? Tentu ada. Malu? Tadinya nggak, tapi ternyata beberapa orang yang kukenal bahkan sempat bertanya, “Kok tiap hari asa liat kamu duduk di sini, pit? Lagi ngapain?”. Ups, kenapa aku baru sadar kalau orang lain yang berseliweran di lorong ini mungkin juga memperhatikan, bahkan otomatis mengingatnya.
Aku akan menyebutkan tentang beberapa hal yang bahasa Sundanya adalah ‘nyeredet hate’ selama waktu-waktu tersebut kami “MENANTI”. Hal pertama yang paling menyebalkan adalah setelah sekian lama mengantre (karena yang berniat mengajukan judul skripsi atau berkeperluan dengan dosen ini pun bukan hanya aku), tibalah giliran selanjutnya adalah giliran aku dan Gina, tapi kamu tahu apa? Sang dosen tiba-tiba keluar dari ruangan sambil berkata, “Saya mau kabur ini, mau rapat, lalu ngajar.” Sreettt. Ya, itu satu.
Hal paling menyakitkan yang kedua adalah saat sang dosen sudah berjanji kepada kami untuk bersedia ditemui besok pada pukul sepuluh, maka dengan menggunakan asas siapa cepat dia yang dapat, aku dan Gina mulai menunggu sejak pukul delapan. Namun sayangnya, kami tidak bisa menunggu di depan ruangan beliau karena kursinya sudah penuh diduduki oleh orang-orang yang memanfaatkannya untuk duduk, tetapi bukan sedang menunggu dosen yang sama. Akibatnya, kami menunggu di sebuah meja yang terletak tak jauh dari sana, sambil mengerjakan UTS take home. Namun, apa yang terjadi? Ketika kami menengok kursi yang tadi, sudah ada sekian banyak orang yang menganter dosen yang sama, termasuk teman kami yang seangkatan. Ketika aku bilang, “Aku sama Gina ngantrinya di sana, udah dari tadi pagi” kataku sambil kearah meja tempat kami menunggu. Apa jawabannya? “Ih, ya nggak tahu, kalian nunggunya nggak keliatan.” Degg. Alhasil, aku dan Gina pergi karena berdasarkan perhitungan kami, kami nggak akan kebagian giliran.
Miris.
Itu adalah dua hal paling menyakitkan selama beberapa minggu ini, menunggu tapi nggak dapat giliran, saat kami nggak menunggu justru orang lain dapat giliran. Kemarin-kemarin itu mungkin bukan rezeki kami. Hari ini kami mencoba lagi. Dan tanpa pernah aku bayangkan sebelumnya, aku keluar begitu cepat dari ruangan itu. Bukan karena judul skripsiku langsung di-ACC, tapi karena ada perubahan yang harus dilakukan di bagian rumusan masalah. Sedih? SANGAT. Entah kenapa, padahal hanya disuruh mengganti rumusan masalah, tapi aku merasa begitu nggak bisa menerima. Selain karena penjelasanku kurang begitu didengar, aku tidak terlalu yakin penyebab yang lainnya. Bisakah kamu memberitahuku, karena apa?
Intinya kemudian, hari itu aku juga mengirim SMS kepada lima orang yang aku anggap biasa memberiku good advices, atau bisa menjelaskan dengan mengerti kondisi yang aku alami, atau menurutku bisa memberikan semangat saat aku minta walaupun bukan teman/orang terdekat. Begini SMS-nya:

Heeei,yg bisa kasih semangat,
mau doong semangatnya,
lg sdkt tak bersemangat bin pesimis bin bingung..
Terimakasiiih

Ini dia balasan-balasan yang bisa membuatku meneteskan air mata saat membacanya, kemudian tersenyum.

Lakukan yg trbaik bwt Allah dgn pnuh smgt &krja keras,insyaALLAH sukses bin selamat dunia&akhratB-).so,gx ad alasan bwt loyo/pesimis.keep fighting

————

Smg alloh slalu mengusap lmbt ht mu.. Tunggulah pit, anugerah alloh siap menemui.. Yakinlah, krn hdp adlah kyakinan

————

Cahaya Hati: Sdrku,jika hr ni Allah mmbri kbahagiaan,maka jgn lupa brsyukur dgn mnambah ktaatan kpdNya..
Jka hri ni Allah bri klapangan rizki,jgn lupa utk brbagi..
Jka hr ni Allah bri rsa sakit,brsabarlh krn dgn’y Allah gugurkn sbagian dosamu..
Jika hri ni drmu dirundung duka,mka pastikn Allah ttp ridho..
Jka hri ni drmu mrasa lesu,mka ingatlh khidupn dunia hnya smntara&kmatian tdk ad yg bs mnolak..
smgt.🙂

————

Kfakiran sdah mlekat pda dri Rosul Saw,n tak prnh mningalkan’y. Beliau brsbda:
“kefakiran lbh cpat mngantarku kpd Zat yg mncntaiku (ALLAH) drpd Air yg mnglir kmuara’y”.
Jka kfakiran a/ syarat mncntai Rasul, mka syarat mncntai Allah…a/ bala cobaan.

————

S.U.M.A.N.G.E.T PIPIIIIIIIIIIIIIITTTTT!!!!!
GOOOOOO!!!:D

————

Makan es krim. Cobain mc.D sono. Cone cm 3 rebong. Ajak tmn, biar mau traktir aja.
Kalo ga, yg rada mahalan. Magnum. Cr di dt. Ntar gua bayar pake pulsa 10 rebong. Cepeeet.

Terima kasih, semuanya! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s