Supaya kata berkurang satu.

Bagaimana pun bentuk ‘hatimu’, engkau tetaplah citra yang ada pada dirimu sekarang. Kalau itu bukan citra yang engkau ciptakan maka orang lainlah yang mencitrakan. Seperti apa pun cara berpikirmu, engkau tetaplah manusia yang memiliki budaya sendiri hari ini. Jika engkau setia, petiklah buah dari lingkungan yang masih selalu mengajarimu.
Dunia tidak akan selamanya membuatmu menjadi sahabat seperti apa yang mereka definisikan selama ini. Namun, seandainya engkau selalu bersyukur, tidaklah penting apa definisi itu, tidaklah perlu istilah apa itu. Allah mengulang dua kali, “Karena sesudah kesulitan, ada kemudahan. Sesudah kesulitan, ada kemudahan”. Tidak usah bergantung pada yang lain, juga untuk hal yang satu ini. Allah punya banyak cara berbeda untuk mendewasakan hamba-Nya, pun untuk orang lain. Tidak sadar sekarang? Tetaplah bersyukur sementara Allah menyiapkan cara-cara lembut untuk membuat kita menyadarinya, kemudian dan nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s