Kkiittaa

Mungkin kita sedang pecah sekarang. Emm, kalau ada kata lain yang bisa menggantikan kata ‘pecah’, rasanya itu lebih baik.
Mungkin kita hanya sedang sibuk dengan dunia kita masing-masing.
Aku tahu, dalam lubuk hati kita yang paling dalam, tempat dimana kita ‘bertemu’ ini pasti tetap ada. Hanya saja, mungkin hampir semua di antara kita sedang tak mengingatnya.
Mungkin kita memang tak pernah membayangkan sebelumnya akan melakukan hal seperti ini (yang semoga saja tidak disengaja). Entah, bisakah hal ini kita sebut kebutuhan? Atau lebih tepat jika disebut kelalaian? Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang amanah.

Hai, teman, saudara, sekaligus keluargaku. Tidakkah kita mau kembali? Tidakkah kita mau mengulang masa-masa penuh harapan dan optimisme di tempat dulu kita pertama kali ‘bertemu’?

Kalau tidak, maka wajar jika kukatakan aku ingin berkunjung kembali ke rumah lamaku, atau setidaknya, wajar jika aku lebih ingin memberi warna di rumahku yang lain. Namun, akan kemana kita?

Ya, Allah, tetapkanlah kami dalam ukhuwah yang terjalin indah, tetapkanlah kami dalam amanah yang teruntai dengan ‘lillah’, dan tetapkanlah kami dalam hikmah yang terikat dengan petuah. Aamiinn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s