Untuk air, karang, dan pohon-pohon itu

Kutitipkan sebuah pesan pada air yang mengalir tenang
Kuceritakan sebuah kisah pada karang yang bisu diterjang
Kuberitahukan sebuah kebimbangan pada daun-daun, pohon-pohon, dan semak-semak yang tegang dalam rindang
Tak semua permukaan itu bergelombang besar
Namun, setiap aku melihat, aku mendapatkan gelombang besar dalam dua arah mataku

Sebuah imajinasi hebat yang kubayangkan tidak akan sanggup lepas jika ia tahu apa yang merasuki pikiranmu
Bahkan prisma itu pun tak sanggup mendefinisikan warna macam apa yang akan menghiasi pelangi kali ini
Aku hanya belum bisa mengerti bagaimana seharusnya aku mengerti
Aku hanya belum bisa berpikir bagaimana seharusnya aku berpikir

Kita tak lagi saling mengenal
Kita tak lagi mengetahui bagaimana air itu menyimpan sejuta caranya untuk tenang
Kita tak lagi mengetahui bagaimana karang bisa sebisu itu walau kita mengajaknya bercengkerama
Kita tak lagi tahu bagaimana pohon-pohon itu hidup rindang, padahal ada ketegangan di sana

Aku hanya sadar satu hal, aku sedang berada di sebuah ladang yang entah kapan akan dipanen
Aku hanya sadar satu hal, aku sedang berada di sebuah lembah hijau yang entah kapan akan bosan dilihat orang
Maukah kau menyadarkanku jika ternyata aku tak juga sadar?

Green Canyon (Cukang Taneuh), 22 Januari 2011
Di atas tenangnya gelombang, 10:57 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s