Sayang

Aku merindukan sosok dan jiwamu yang entah dimana keberadaannya.
Entah, masih adakah?
Aku membuka kembali ‘buku’mu.
Ku mohon maafku karena tlah mengambilnya darimu.
Tapi, dari sana aku tahu.
Hanya satu.
Apa yang kau sebut ‘kau’ di situ?
Sayang, aku bahkan tak percaya sekarang mengatakan kata itu untukmu.
Sayang, aku bahkan tak yakin dulu membayangkannya untukmu.
Kapan aku akan menyambutmu, sayang?

Bandung, [saat aku mengingatmu], 22 Oktober 2010, 01:08 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s