Di Sudut Itu

Sudah terlalu jauh aku melangkah
Sebuah kehidupan lama, tapi baru kukenal
Dulu, seseorang pernah berkata, “aku tidak bisa mengerti jalan pikiranmu”
Bahkan aku heran, jangan-jangan memang begitu
Namun, sekarang aku sangat ingin mengatakan kepadamu “aku belum bisa mengerti jalan pikiranmu”
Di sudut itu,
aku hanya bisa melihatmu seolah terpuruk
Di sudut itu,
aku juga bisa melihatmu seolah lepas, tanpa beban
Dimana hati itu kau letakkan?
Dimana pikiran itu kau tempatkan?
Sudah cukup aku menginjakkan kaki
Lahan itu mungkin tak seharusnya menjadi tempat untuk aku menyemai benih,
tak seharusnya menjadi tempat untukku menyebar pupuk
Aku geram
Sayangnya, Tuhan tahu bagaimana mengendalikan remote control dalam tubuhku
Ia sangat tahu
Ia sangat tahu bagaimana membuat aku sakit hati
Ia sangat tahu bagaimana membuat aku ingin segera berlari meninggalkan tempat itu
Dan dengan itulah, aku akan memprogram otakku untuk menghindar dan menjauh sebisa mungkin,
melenyapkan sebisa mungkin,
membersihkan sebisa mungkin,
dan mengembalikannya dalam khusyu’ sebisa mungkin
Tuhan sangat tahu bagaimana mengajarkanku sebuah pelajaran amat berharga,
tentang arti ambisi dan dendam

Bandung, 29 November 2010
Untuk seseorang yang pernah menggantikannya
walau hanya sebentar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s