***,

Tidak munafik, ku akui aku merindukan suasana itu. Suasana dimana ada senyum, canda, dan tawa di sana, tanpa batas antara kita. Apa kau juga merindukannya? Aku memang bukan teman lama, apalagi sahabat setia, tapi setidaknya kita pernah bersama. Ingin sekali aku menganggap hal “itu” tak pernah ada. Tak pernah terjadi di antara kita. Akan tetapi, itu bukan suatu hal yang mudah sekarang. I (will never) like the way you lie. Dan aku juga tidak akan pernah suka dengan caramu melihatku kala itu. Namun, di luar itu semua, aku merindukanmu, kawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s