Layanan Responsif Terkait Kesulitan Siswa dalam Bergaul (#3)

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan dipelajari oleh seorang konselor untuk membantu mengatasi masalah kesulitan bergaul yang dialami para konselinya, yang tentu saja juga perlu dilakukan oleh para konseli yang memiliki masalah tersebut, antara lain:
1. Melatih kepedulian
Hal ini dapat dilakukan dengan showing interest (menunjukkan ketertarikan) pada kehidupan orang lain, bisa diajak berbicara tentang apa yang penting menurut orang lain, dan sebagainya. Meskipun showing interest itu gratis, tetapi untuk kepentingan mengatasi masalah kesulitan bergaul, biasanya hal ini berperan sangat penting. Untuk selanjutnya, bentuk kepedulian ini bisa ditingkatkan, misalnya dengan melibatkan diri pada aktivitas bersama dengan orang lain, memainkan peranan yang bermanfaat bagi orang lain, memberi bantuan pada orang lain yang membutuhkan, dan seterusnya. Intinya, jangan sampai kita menyalahkan model kepribadian yang kita miliki seiring dengan serangkaian kesulitan bergaul yang kita alami sementara kita sendiri jarang menunjukkan ketertarikan pada topik atau hal yang menarik untuk orang lain, atau dengan kata lain, kita merasa hidup di pulau yang jauh dengan orang lain.
2. Fokus pada pengembangan dialog dan suasana
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, terlalu memikirkan diri sendiri dan terlalu membuat penilaian atas orang lain pada saat pembicaraan berlangsung bisa mengganggu suasana. Karena itu, sebaiknya kita fokus pada suasana, topik pembicaraan, dan kehangatan dialog. Cara yang dapat dilakukan, antara lain mengajukan pertanyaan yang bisa kita pelajari, mendengarkan dan mengungkapkan, dan memunculkan humor atau guyonan yang mendukung dan sesuai kebutuhan.
3. Menghormati privacy orang lain
Ada beberapa hal tentang orang lain yang membuatnya akan lebih suka kalau kita ketahui, tetapi ada juga beberapa hal tentang orang lain yang akan membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui. Hal-hal tentang orang lain yang membuatnya tidak nyaman kalau kita ketahui inilah yang dimaksud dengan privacy, yang biasanya merupakan masalah-masalah yang sangat pribadi. Untuk kepentingan kelancaran bergaul, akan lebih baik jika kita memfokuskan diri untuk mengetahui hal-hal yang memang orang lain merasa nyaman untuk diketahui dan melupakan apa saja yang membuat orang lain merasa tidak nyaman bila diketahui.
4. Lihat orang lain yang lebih berhasil
Pergaulan itu erat kaitannya dengan seni (the art) atau permainan (playing the game) tentang bagaimana menjalin hubungan dengan orang lain. Karena seni, maka gayanya berbeda-beda dan tidak terkait dengan orang tipe apakah kita. Dalam seni permainan, biasanya ada dua hal, yaitu bagaimana kita mengontrol emosi dan bagaimana kita mengimbangi emosi orang lain. Dua hal ini akan lebih cepat bisa dipahami dengan melihat bagaimana orang lain yang lebih berhasil menjaga hubungan. Mereka yang telah berhasil menjaga hubungan sampai bertahun-tahun, umumnya sudah memiliki kematangan emosi yang lebih bagus. Ini bukan berarti mereka tidak pernah mengalami konflik, gap, berbeda pendapat, dan lain-lain, tetapi karena mereka sudah tahu bagaimana bermain-main dengan emosi. Karena itu, ada hal-hal yang perlu ditanggapi dengan diam, dengan bicara, dengan tertawa, dengan biasa-biasa, dengan humor, dan lain-lain. Untuk mencapai kemampuan ini memang diperlukan latihan dan hal ini tidak terkait langsung dengan umur, tetapi terkait dengan pengalaman hidup (life experiencing).
5. Meningkatkan prestasi
Ini adalah kunci untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan umum. Semakin banyak hal-hal positif yang bisa kita realisasikan dari diri kita, maka semakin baguslah kita merasakan diri kita. Bagaimana kita merasakan diri kita akan terkait dengan bagaimana kita berhadapan dengan orang lain. Ubaydillah mengemukakan bahwa “Karena itu, menurut teori kesehatan mental, orang yang sedang depresi (punya perasaan negatif terhadap diri sendiri, orang lain, keadaan atau Tuhan) tidak bisa membangun hubungan dengan orang lain secara positif dan konstruktif.”

Seorang konselor juga perlu membantu konseli yang memiliki masalah ini dengan menyampaikan bahwa keberanian seseorang dalam bergaul akan membaik apabila ia terus mempraktikkan pergaulan karena kepercayaan dirinya akan tumbuh membaik bukan karena ia banyak tahu tentang tip pergaulan, tetapi karena ia banyak latihan bergaul (practicing).
Selain itu, konseli juga perlu tahu tentang cara bergaul yang baik, diantaranya:
1. menghargai orang lain,
2. bercanda, dengan melihat situasi orang lain yang diajak bercanda,
3. menjadi orang yang dipercaya dan menjaga kepercayaan, dan
4. menjadi teman yang bisa diandalkan

Dengan mengetahui berbagai hambatan dalam bergaul dan cara mengatasinya, konselor diharapkan dapat memberikan pelayanan, sebagai bentuk dari pelayanan responsif dalam program bimbingan dan konseling, untuk membantu konseli yang mengalami kesulitan dalam bergaul sehingga dapat mengimplementasikan hal-hal tersebut dalam kehidupan sosialnya.

Oleh: Fitriana Hastika

Daftar Pustaka
Dhiyary. (2008). Cara BerGaul YaNg BaIk. [Online]. Tersedia: http://dhiyary.wordpress.com/2008/04/10/cara-bergaul-yang-baik/. [20 Maret 2010].

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Rambu-rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas.

Lia. (2009). 6 Langkah Mengatasi Kesulitan dalam Bergaul. [Online]. Tersedia: http://www.minangforum.com/showthread.php?t=1611. [20 Maret 2010].

Mengatasi Kesulitan Bergaul. [Online]. Tersedia: http://majalayaku.wordpress.com/download/mengatasi-kesulitan-bergaul/. [20 Maret 2010].

Perianto, Eko. (2009). Mengatasi Kesulitan Bergaul. [Online]. Tersedia: http://ekoperiantobk.blogspot.com/2009/05/mengatasi-kesulitan-bergaul.html. [20 Maret 2010].

Syahti, Maghriza Novita. (2009). Mari Berkawan. [Online]. Tersedia: http://inioke.com/index.php?mod=konten&id=480. [20 Maret 2010].

Ubaydillah, AN. (2007). Mengatasi Kesulitan Bergaul. [Online]. Tersedia: http://derejpn.wordpress.com/2007/11/20/mengatasi-kesulitan-bergaul/. [20 Maret 2010].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s