Sahabat “Hati”

Tenanglah, wahai hati
walau November sebentar lagi
dan hari – hari tak mungkin berhenti
kau tak akan sendiri
Ia akan memberi
hati – hati yang peduli,
lihat saja nanti.

Dan nyanyian itu teringat lagi
terasa lagi
Baru saja berakhir, hujan di sore ini
Begitu pulakah engkau, wahai hati?
Apakah hujan itu sudah berhenti?
Beserta pulakah “Kilauan indahnya pelangi” ?

Kesempatan seperti ini
Jangan kau sesali, wahai hati
karena “tak akan bisa dibeli”.

Ingin sekali melagu
Bersamamu kuhabiskan waktu
Ingin selalu
Senang bisa mengenal dirimu”,
tapi, untuk siapa itu?
bahkan kau pun tak tahu
yang akan ikut melagu,
bersenandung merdu,
dan tersandung ragu,
serta berpayung hadirnya rindu.

Dan ketika datang masanya,
kau patut terima indahnya,
apapun rupanya,
bahkan mungkin pula berkata,
Sayang untuk mengakhirinya”.

Bandung, August 8th 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s