Puisi PALESTINE : Anak-anak Pengukir Sejarah dengan Darah

Dikutip dari : Dinding kamar seorang ukhti

Ayah…kata mereka kau jahat, padahal kau bukan penjahat
Ayah…mengapa mereka jauhkan aku darimu…mereka menangkapmu tanpa beri kesempatan untuk menciumku meski hanya sekali atau…mengusap air mata ibu.
Ibu…aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi, apakah PALESTINE tidak berhak diberi pengorbanan? Tiap hari aku bertanya pada matahari,
Ibu…apakah ayah akan kembali? Atau akan pergi selamanya sampai hari KIAMAT? Atau… ia akan mengusap air mata ibu yang menetes tiap hati?
Wahai ayah..dimanakah kau?Oh.. bayi-bayi yang dijajah, kini telah datang hari Raya baru setelah hari Raya yang lalu dan bayi barupun tlah terlahir lagi dan para Syuhada yang berguguran setelah gugurnya syahid yang lalu, sedang ayah masih disembunyikan dibalik jeruji besi, dalam sel mengerikan yang tak layak dihuni manusia.
Mana hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara besi itu?
MALUlah KALIAN…MALUlah KALIAN!
Aku ingin ayah…
Aku ingin ayah…
Aku ingin ayah pulang….!

(Puisi PALESTINE : Anak-anak Pengukir Sejarah dengan Darah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s